Martabak Mesir Rasa Padang

Hai hai, siapa yang lagi tidur? sehat? anak? Bingung ah mau nyapa bagaimana di kalimat pembuka.

Langsung saja, kali ini kita akan bertualang untuk mencoba martabak nun jauh disana, yakni martabak mesir! Mumpung lagi hujan, dan kebetulan trayek angkotnya lewat depan jualannya…

Mari tengok jualan martabaknya.

01

Jadi nama tempatnya ini sebenarnya RM Pondok Kapau. Ga ada di foto plank makanannya. Di sudut gedungnya ada plank ini nih, menandakan kalau ada jualan martabak mesir.

Kok namanya Martabak Mesir, tapi tulisannya asli Kubang-Padang?

Ah, kamu jangan pura-pura tidak paham. Coba lihat KFC, Kentucky Fried Chicken. Kotanya jauh, tapi jualannya disini. Pasti martabak mesir ini juga franchise jualan dari pedagang mesir… Hmm..

02

Penampakan dari ruang jualan dan kasir pembayaran.

Ada tombol bel untuk memanggil pelayan jika tidak ada yang siaga di bagian jual martabak.

Cukup banyak dagangan lain di meja, juga pengumuman di dinding yang dapat diabaikan. Namun tidak ada menu martabak yang ditampilkan.

Di tempat ini hanya ada 2 opsi martabak. Pilihannya ada yang biasa seharga 27,5 ribu, dan spesial seharga 32,5 ribu. Hmm, mahal juga…. Coba pesen yang biasa saja ah. Kalau pesen spesial bakal kebanyakan telor nampaknya.

03

Dapur tempat memasak martabaknya. Di bawah kertas sebelah panci itu disimpan potongan daun bawang dan daging yang digunakan. Kelihatannya sih pakai daging sapi, karena jualannya di rumah makan padang.

Selain itu di sebelahnya lagi ada telor ayam dan berbagai bumbu rahasia. Eh, ga begitu rahasia juga deng, karena keliatan di foto ini.

Ada 3 butir telor yang digunakan untuk adonan martabaknya.

Masih agak lama mulai nih, karena menunggu minyak dipanasin. Mari tengok bagian lain ruangan.

04

Bagian dalam rumah makannya tampak rapih dan lumayan cozy. Di dinding ada tv terpasang untuk pensuasanaan.

… eh tunggu, tadi barusan ada iklan Seven Knight ya di tv?

Waw, niat juga marketing dari Netmarble untuk game ini.

Hmm, tercium aroma harum dari bagian penggorengan.

06

Eh, kayaknya minyaknya belum panas. Tapi kok martabaknya sudah mulai digoreng?

Selain itu minyak yang dipakai sedikit. Akibatnya kulitnya terlihat basah dan berminyak kayak di foto.

07

Oalah, ternyata untuk menggoreng martabak ini tidak memakai minyak goreng, melainkan mentega. Eh, ga tahu deng antara mentega atau margarin, kayaknya sih mentega blueband.

Pantesan pakainya sedikit-sedikit dan tidak bisa ditunggu terlalu panas. Masaknya pun lebih lama dari martabak biasa jadinya.

08

Mentega pun terus ditambahkan perlahan-lahan, dioleskan langsung ke kulit martabak yang sedang dimasak. Mmmm…

Akhirnya selesai dimasak dan martabak siap dibawa pulang.

Penampakannya pas dikeluarkan dari kantong plastik.

09

Mmmm… harum sekali campuran aroma martabak dan kertas kemasannya ini.

Martabak mesir cuma memakai pembungkus kertas standar tanpa box. Melihat kemasan ini jadi teringat martabak dekat rumah jaman dulu kala.

Di sisi lain kemasan dengan kertas pembungkus food grade ini lebih efektif meningkatkan cita rasa martabak. Hal tersebut karena sebagian minyak ada yang keserap dari kulitnya, dan dapat membuat martabak lebih garing.

Tapi entah deh apa kemasan ini bisa membantu, soalnya kali ini masaknya mentega yang temperaturnya tidak sepanas minyak goreng. Coba kita tengok dalamnya.

10

Waw, terpancar kemana-mana aroma harumnya. Pasti berkat mentega yang banyak.

Sayangnya martabak lebih terlihat seperti pancake atau dadar bentuknya. Tidak ada kesan renyah atau gurih dari memandang martabak ini.

Ukuran martabak yang sebenarnya lebih kecil daripada kesan yang didapat dari foto ini. Coba kita tengok dari sisi lain.

11

Di sisi martabak  bisa dilihat kulit yang sempat sobek saat digoreng tadi dan membuat isinya tampak kecoklatan.

Dari kulit daging dan kulitnya juga tampak mentega yang melumer. Kalau rasa adonannya kuat, mentega ini seharusnya tidak akan terlalu terasa di lidah.

Satu foto lagi deh untuk melihat martabak lebih jelas.

12

Kulitnya tak tampak renyah, juga daun bawanya hanya sedikit terlihat.

Yok langsung saja kita lahap.

*hap nyam nyam nyam

What?? Apakah ini martabak telor yang sedang kumakan?!? Pas menyentuh lidah cita rasa yang didapat berbeda dari martabak telor yang biasa. Kesan yang didapatkan seperti makan.. telor kukus.. dengan campuran bumbu.. rendang? Unik juga rasa dari martabak ini!

Seperti yang dilihat di gambar, potongan daun bawang yang digunakan memang sedikit. Sementara kulitnya kenyal dan berasa mentega. Yang dominan jadinya tekstur telor dalam abonan, dan bumbu rahasia yang digunakan. Potongan dagingnya kecil-kecil dan sedikit terasa sapinya. Yang jelas bukan pakai daging yang dimasak rendang sih.

13

Mari kita cicip martabaknya dengan bumbu pelengkap yang diberikan

*hap nyam nyam

Waaaw! Rasanya menyentak lidah! Seakan martabak ini menjadi komplit, ibarat mie goreng yang komplit setelah ditambah kecap. Campuran cita rasa rendang-rendangan dari martabak dengan asem dan sedikit pedas dari kuahnya, menimbulkan sensai nikmat yang lebih menyeluruh di lidah.

Hebat sekali. Saatnya dinikmati sebagai santapan makan malam. Beli nasi dulu deh.

14

Santep malam hari ini.

Overall untuk martabak mesir ini skornya:

  • pandangan pertama = 7.5/10
  • kulit = 7/10
  • adonan isi = 8.510
  • pelengkap = 8.5/10
  • price-value = 7.75/10

Worth it untuk dijadiin santapan, selama dana mencukupi. Mungkin price-valuenya bisa lebih baik kalau buatnya pakai budak…

Abaikan kalimat terakhir.

Bagi yang tertarik mencoba, martabak ini bisa didapatkan di RM Pondok Kapau di Jl. Dipatiukur no. 100, tentunya di kota Bandung.

 

P.S. Jangan lupa untuk subscribe agar selalu mendapatkan update cerita martabak terbaru 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s