Martabak Royal Sakura Cabang Dago

Salam martabak, para pembaca semuanya!

Tentunya kalian sudah tidak sabar membaca cerita seputar martabak. Jadi kali ini kita akan bertualang mencoba martabak Royal Sa…kuza ? Atau Royal Sakura sih ini namanya? Hasil googling juga nama tempatnya ada yang Sakuza Royal. Bingung ah.

Langsung saja, cabang martabak yang dikunjungi adalah cabang yang Sukajadi nih.

00

Tempatnya tampak mengintimidasi…

Ga jadi ah.

Mari berganti haluan ke cabang lain di Dago yang baru-baru saja diresmikan.

02

Nah yang inikan tampak lebih merakyat.

Belinya disini aja deh.

01

Di spanduknya ada tulisan promo 25K!

Hmm, cukup mahal tapi tampak menarik.

Apa semua harganya benar 25k? Coba kita lihat daftar menu martabak Royal Saku… arggh, bingung bacanya. Kita sebut saja Rokuchan dalam review ini.

03

Banyak juga opsi rasa yang bisa dipilih dari menu ini. Di list yang berwarna merah dibagi menjadi 2 part; manis original dan martabak telor. Dan untuk tiap martabak manis ada opsi ukuran medium, large, atau dimasak tipis kering. Untuk opsi medium dan tipis keringnya semua 25 ribu. Ada opsi mentega diganti dengan wisman dengan menambah harga sejumlah tertentu.

Nampaknya yang kena promo hanya opsi martabak manis original. Untuk telornya mulai dari 30rb untuk daging ayam dan 2 telor. Hmm.. mahal juga.

Sedangkan di menu yang kuning ada berbagai opsi martabak berdasar adonannya dan juga martabak manis dengan topping spesial. Harga yang medium berkisar antara 30 s/d 50 ribu.

Mari pesan yang sedang promo saja sekaligus jenis rasanya banyak, Rokuchan 1/2 keju + 1/2 kacang coklat.

Sambil menunggu mari kita tengok area jualannya lebih dekat.

04

Dalam stand ada terdapat 4 panci untuk memasak martabak manis dan 1 panci gede untuk menggoreng martabak telor. Diantara 4 panci, 1 panci berdiameter lebih besar (ketutup di foto) dan 3 lainnya berukuran sedang.

Overall stand terlihat rapih dan bersih.

05

Di sisi  lainnya berbagai topping yang sudah dipersiapkan untuk isian Rokuchan.

Di sebelah coklat silverqueen dan toblerone ada terdapat botol hitam misterius. Entahlah apa isinya, di menupun tidak ada. Mungkin hidden menu yang belum diresmikan.

Tidak terasa adonan martabak juga sudah matang dan siap untuk diisi.

06

Ooo, mentega dioleskan ke Rokuchan dengan kecepatan tinggi.

Banyak juga mentega yang dioleskan di bagian dalam Rokuchan.

07

Saatnya keju dituang ke dalam Rokuchan.

Hmm, kejunya pun lumayan banyak.

08

Dan setengah sisanya dengan meses coklat dan kacang, kemudian ditutup dengan susu kental manis.

Bisa dilihat di bagian kiri foto kalau kacang yang dipakaiteksturnya lebih halus dibanding martabak kebanyakan.

Oke, Rokuchan sudah masak dan dibungkus. Mari kita bungkus pulang sekarang.

09

Kemasan dos dari martabak. Terkesan kokoh dan elegan.

Dari dus yang tertutup ini belum dapat tercium aroma Rokuchan, meski ada lubang kecil. Hmmm… misterius juga.

10

Di sisi dusnya terdapat logo Rokuchan dan slogan manis, asin, tipis kering. Eh, bukan slogan deng.

Sebelah logo terdapat 3 buah nomor kontak yang dapat dihubungi.

Eh, kok ada 3 nomor? Kalau lihat daftar menu di atas tadi cuman 2 nomor. Juga nomor telepon yang pertama ada angka berbeda… Ah ya sudahlah, coba telpon satu per satu saja nanti.

Btw, meski ada nomor kontak tapi bukan berarti penjualnya melayani pesan antar. Kata penjualnya nomor kontak tadi khusus untuk yang mau pesan ambil di tempat saja.

Selanjutnya mari kita buka dan lihat dalam dus martabak.

11

Mmmmm, Rokuchan tampak menggiurkan dan aromanya dapat dicium sekarang.

Rokuchan dipotong menjadi 8 potong, 3 di atas dan 5 di bagian bawah. Err, kok jumlah per sisinya ganjil ya? Kalau pesan 1/2-1/2 seharusnya potongannya tiap bagian jumlahnya genap. Berarti potongan Rokuchan yang di tengah ini adonanannya menjadi keju coklat kacang.

Coba kita angkat Rokuchan dengan perlahan.

12

Bisa dilihat bagian keju dan coklat kacang yang tercampur. Lumayan juga deh, bisa sekaligus nyoba adonan keju coklat kacang disini.

Di gambar dapat kita lihat pori-pori Rokuchan yang menggoda. Juga butir2 kacang di atasnya yang kecil dan halus, mungil bagaikan wijen.

Yap, mari kita coba lahap mulai dari kacang coklat.

13

Ketebalan Rokuchan ini dibuat sedang, dan toping di dalamnya pun tidak pelit.

Dari penampakannya saja bisa terbayang kenikmatan Rokuchan. Yok mari kita icip.

*happ nyam nyam

Wahh, langsung terasa lelehan mentega di dalam Rokuchan. Di lidah tekstur dari Rokuchan ini terasa nikmat. Potongan-potongan kacang yang kecil membuat tekstur dari martabak lebih gurih. Sayang rasa dari topping coklat terlalu kuat. Dan entah mengapa ada sedikit bagian coklat yang manisnya agak berbeda. Kayaknya ada gagal produk dari mesesnya.

Meski coklatnya agak mengganggu, tapi secara keselurahan Rokuchan kacang coklat ini oke disantap.

Mari kita coba versi keju dari Rokuchan.

14

Tidak salah lihat memang sebelumnya, ada banyak keju yang mengisi Rokuchan.

Yok langsung saja kita lahap.

*hap amm amm amm…

Waw!! Cita rasa yang luar biasa! Dapat terasa di mulut perpaduan rasa yang kontras -antara asin dan manis- dari topping dan daging Rokuchan. Topping keju yang lebih menonjolkan rasa asin berhasil membuat rasa manis dari dagingnya terasa jelas di lidah. Perpaduan yang serasi ini hanya memungkinkan jika daging adonan martabak dibuat dengan baik, dan Rokuchan memang memiliki adonan yang baik.

Potongan tengah yang berisi keju coklat kacang juga tak kalah enak. Isian keju berhasil menetralisir manis berlebih dari coklat sebelumnya, sekaligus sedikit rasa aneh yang terkandung. Rasa manis dari adonan pun juga masih terasa disini.

Kayaknya berikut-berikutnya lebih oke beli yang ada isian keju deh.

15

Akhir kata Rokuchan berhasil memberi kenikmatan bagi mereka yang percaya padanya. Overal impresi untuk Rokuchan:

– kesan pandangan pertama = 8/10
– topping = 8.75/10
– daging = 9/10, coklat kacang 8.5/10 karena mesesnya agak aneh
– price-value = 8.5/10

Rokuchan layak menjadi teman di malam hari kalau ada budget sedikit lebih.

Bagi yang tertarik bisa memperoleh Rokuchan di depan episode factory outlet dago Jl. Ir. H. Juanda No. 125, atau cabang-cabang lainnya di bandung.

Sekian dulu yak.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s